NEWS & PUBLICATION

Lebih dari 200 Karya Mahasiswa DKV UPH Hadir di REFORMA 2026, Tampilkan Desain sebagai Ruang Dialog Kreatif

13/03/2026 Seni, Budaya, Musik & Desain

Lebih dari 200 Karya Mahasiswa DKV UPH Hadir di REFORMA 2026, Tampilkan Desain sebagai Ruang Dialog Kreatif

Lebih dari 200 karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (DKV UPH) hadir menyapa publik dalam REFORMA 2026 yang diselenggarakan pada 7–8 Maret 2026 di Townhall – Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Tangerang. REFORMA merupakan pameran seni dan desain yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai karya kreatif hasil proses pembelajaran dan eksplorasi selama perkuliahan.

Berbagai kegiatan juga turut meramaikan rangkaian acara ini, seperti seminar, talkshow, dan workshop yang melibatkan praktisi serta profesional dari industri kreatif. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya menikmati karya yang dipamerkan, tetapi juga diajak memahami proses berpikir serta gagasan di balik setiap karya desain, sekaligus melihat desain sebagai ruang dialog yang terus berkembang.

Pameran REFORMA 2026 secara resmi dibuka oleh Dr. Ir. Susinety Prakoso, MAUD, MLA., selaku Dekan Fakultas Desain UPH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya yang ditampilkan dan kolaborasi yang terbangun.

“Saya melihat ini bukan sekadar sebuah pameran. Saya sangat terkesan dengan karya-karya mahasiswa yang ditampilkan. Mahasiswa tentu merasa bangga dapat menghasilkan karya seperti ini. REFORMA merupakan karya kolaboratif yang luar biasa, dan saya berharap setiap karya yang ditampilkan dapat memberikan dampak bagi siapa pun yang melihatnya,” ujar Susinety.

Menghidupkan Kembali Dialog dalam Desain

Tahun ini, REFORMA mengusung tema “Design as Dialogue” yang mengajak pengunjung melihat desain sebagai sebuah percakapan yang terus berkembang. Dialog tersebut berawal dari refleksi personal seorang desainer, kemudian bertumbuh melalui interaksi dengan orang lain, hingga terhubung dengan masyarakat dan berbagai gagasan tentang masa depan. Konsep ini diwujudkan melalui berbagai instalasi dan elemen pameran yang berpusat pada material kertas yang diolah menjadi medium visual untuk menyampaikan ide, cerita, serta perspektif para mahasiswa.

Winston Hansel Dylan Wijaya, Mahasiswa DKV UPH angkatan 2024 sebagai Ketua Acara, menjelaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi terhadap perkembangan dunia desain yang kini semakin mudah diakses oleh siapa saja.

“Sekarang, akses terhadap desain sangat terbuka. Banyak platform digital yang memungkinkan siapa pun membuat desain dengan mudah. Namun sering kali dialog atau gagasan di balik sebuah desain justru terabaikan. Melalui REFORMA, kami ingin mengingatkan bahwa desain bukan hanya soal visual, tetapi juga tentang ide dan percakapan yang dibangun melalui karya. Kami berharap karya mahasiswa yang ditampilkan dapat menginspirasi pengunjung untuk melihat desain sebagai medium dialog yang menyampaikan gagasan dan menghubungkan berbagai perspektif,” ujar Winston.

Mengolah Budaya Lokal dalam Perspektif Baru

Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran ini datang dari Alexandra Auryn Pandoyo, Mahasiswa DKV UPH angkatan 2024, melalui karyanya berjudul “Bali Myth Gachapon”. Karya tersebut merupakan proyek Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Budaya Visual Indonesia yang menantang mahasiswa memadukan unsur budaya lokal dengan budaya internasional.

“Dalam tugas tersebut, kami menggabungkan dua budaya, yaitu budaya lokal dan budaya internasional. Saya memadukan mitologi Indonesia, khususnya dari Bali, dengan gaya budaya gacha dari Jepang,” jelas Alexandra.

Dalam proses kreatifnya, Alexandra mentransformasikan tokoh-tokoh mitologi Bali menjadi karakter visual bergaya gachapon yaitu mainan kapsul khas Jepang. Meski mengangkat tokoh yang memiliki nilai sakral, ia melihat proyek ini sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi cara baru dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

“Awalnya saya sempat ragu karena tokoh yang diangkat memiliki nilai sakral. Namun saya mencoba mengolahnya dengan pendekatan visual yang lebih modern tanpa menghilangkan makna budayanya. Menurut saya, kita perlu berani berinovasi sekaligus tetap menghargai nilai dan cerita di balik budaya tersebut,” tambahnya.

Membentuk Desainer yang Berdampak

REFORMA 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya visual yang memikat sekaligus menghadirkan kisah di balik proses kreatif mereka, mulai dari ide, ketekunan, hingga keberanian untuk berekspresi. Pameran ini menunjukkan bahwa desain bukan sekadar hasil akhir, tetapi juga proses panjang yang membentuk cara berpikir, kepekaan, dan karakter seorang desainer.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan karya yang kuat secara visual, tetapi juga untuk menumbuhkan kepekaan sosial, mengasah kemampuan berkolaborasi, serta membangun jiwa kepemimpinan. Pengalaman pembelajaran seperti ini mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis yang mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang unggul, takut akan Tuhan, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui karya dan kontribusi mereka.