16/07/2026 Pencapaian
Kompetisi esports di perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan bermain gim, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, strategi, komunikasi, dan kolaborasi. Hal tersebut dibuktikan oleh tim esports Universitas Pelita Harapan (UPH) yang berhasil meraih Juara 1 pada Liga Esports Antar Perguruan Tinggi (LEAP) 2026 kategori Mobile Legends: Bang Bang. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Akademi Garudaku pada 14 Maret–12 April 2026 ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UPH diperkuat oleh Evan Rama C.P.N. (Farmasi 2024) sebagai ketua tim; Daniel Dicksen (Manajemen 2023); Faustyan Michael Kurniawan (Manajemen 2024); Anak Agung Gede Agung Koji Legawa Putra dan Davelino Felix Augustine (Manajemen 2025); Defandi Alveno (Informatika 2025); Lukas Kristian Sihotang (Keperawatan 2024); serta Bill Gates Padma Thang (Artificial Intelligence 2025).
Bagi tim, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan rutin, evaluasi berkelanjutan, serta komitmen seluruh anggota untuk terus berkembang sebagai satu kesatuan.
“Sebagai ketua tim, saya merasa sangat bersyukur dan bangga dengan pencapaian ini. Bagi kami, keberhasilan ini hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan rutin dan kedisiplinan. Setiap anggota harus membagi waktu antara kuliah dan latihan. Kemenangan ini menjadi bukti dari kerja keras, komitmen, dan rasa saling percaya dalam tim,” ungkap Evan.
Strategi yang Dibangun Lewat Evaluasi dan Adaptasi
LEAP 2026 menggunakan format kompetisi berjenjang mulai dari babak grup hingga grand final. Setiap pertandingan tidak hanya menguji kemampuan mekanik setiap pemain, tetapi juga kekompakan tim, komunikasi, serta kemampuan menyusun strategi yang mampu beradaptasi dengan karakteristik permainan lawan.
Dalam proses persiapannya, tim UPH tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bermain. Setelah setiap sesi pertandingan latihan melawan tim lain (scrim), maupun pertandingan resmi, seluruh anggota bersama-sama mengevaluasi jalannya permainan, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta mempelajari pola permainan lawan untuk menyusun strategi berikutnya.
“Perjalanan kami dimulai dari latihan yang konsisten dan membangun chemistry antar pemain. Setelah setiap scrim, kami selalu berdiskusi mengenai apa yang masih perlu diperbaiki. Seiring berjalannya kompetisi, kerja sama kami semakin solid dan hal itu sangat membantu ketika menghadapi pertandingan-pertandingan penting,” jelas Faustyan.
Selain meningkatkan koordinasi tim, mereka juga menyusun berbagai alternatif draft hero, yaitu strategi memilih karakter (hero) yang akan digunakan sesuai kekuatan tim maupun karakteristik lawan. Persiapan tersebut dilakukan agar setiap anggota mampu beradaptasi dengan berbagai situasi yang mungkin terjadi selama pertandingan.
Menurut Bill Gates, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting yang membantu tim tampil konsisten sepanjang kompetisi.
“Kami banyak mempersiapkan draft hero, mempelajari pola permainan lawan, dan berlatih menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi saat pertandingan. Persiapan tersebut membuat kami lebih siap ketika berada di bawah tekanan,” ujarnya.
E-sports Melatih Kepemimpinan, Komunikasi, dan Problem Solving
Di balik keberhasilan tersebut, tantangan terbesar justru datang dari luar arena pertandingan. Seluruh anggota tim harus menjaga keseimbangan antara jadwal kuliah, tugas akademik, praktikum, hingga latihan yang dilakukan beberapa kali setiap minggu. Kondisi tersebut menuntut setiap anggota untuk memiliki disiplin dalam mengatur waktu sekaligus mampu menjaga komunikasi agar seluruh agenda dapat berjalan beriringan.
“Selama perkuliahan, saya belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, serta manajemen waktu. Menurut saya, kemampuan-kemampuan tersebut sangat membantu, terutama ketika harus membagi waktu antara perkuliahan, latihan, dan kompetisi,” jelas Daniel.
Pembelajaran serupa juga dirasakan oleh Defandi, menurutnya pembelajaran di kelas memberikan dampak baginya untuk membentuk pola pikir yang sangat berguna ketika menghadapi pertandingan.
“Sebagai mahasiswa Informatika, saya terbiasa berpikir logis dan mencari solusi dari suatu permasalahan. Kemampuan tersebut cukup membantu ketika kami harus menganalisis permainan lawan dan mengambil keputusan dengan cepat selama pertandingan,” ujar Defandi.
Dukungan UPH Dorong Mahasiswa Capai Prestasi
Keberhasilan tim UPH dalam LEAP 2026 mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung mahasiswa mengembangkan potensi melalui berbagai bidang, termasuk esports. Dukungan terhadap kegiatan nonakademik ini tidak hanya membuka peluang meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kepemimpinan, kolaborasi, dan keterampilan profesional.
Lukas mengaku bersyukur dapat mewakili UPH dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, kesempatan yang diberikan kampus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang tanpa mengesampingkan tanggung jawab akademik.
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa juga bisa berprestasi di bidang yang mereka sukai. Menjadi bagian dari tim yang mewakili UPH tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Kami berharap kemenangan ini menjadi awal dari pencapaian esports UPH yang lebih besar ke depannya,” ungkap Lukas.
Ke depan, UPH terus berkomitmen mendukung mahasiswa mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang. Melalui pendidikan holistis dan beragam pengalaman akademik maupun nonakademik, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu