20/05/2026 Uncategorized
Perkembangan dunia digital yang semakin pesat membuka banyak peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya secara lebih kreatif dan personal. Hal ini terlihat dari perjalanan Leo Satria, alumni Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2017, yang kini aktif berkarir sebagai Digital Marketing Enthusiast sekaligus Culinary Content Creator. Melalui berbagai konten memasak dan kuliner di media sosial, Leo memadukan kreativitas, storytelling, dan nilai hospitality yang telah dipelajarinya sejak masa kuliah.
Berasal dari Bali, Leo awalnya sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan studi perhotelan di daerah asalnya. Namun, keinginan untuk merasakan pengalaman merantau sekaligus mengikuti jejak sang kakak yang lebih dulu berkuliah di UPH akhirnya membawanya memilih UPH sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Selama berkuliah di UPH, Leo mulai memahami bahwa hospitality tidak hanya berkaitan dengan pelayanan, tetapi juga erat dengan pengelolaan bisnis dan kemampuan manajerial.
“Awalnya saya pikir hospitality itu lebih banyak tentang pelayanan dan interaksi dengan orang. Ternyata, di dalamnya juga ada aspek bisnis yang cukup kuat, seperti akuntansi, pengelolaan operasional, sampai cara memahami industri secara menyeluruh. Dari situ saya belajar bahwa hospitality bukan hanya soal service, tapi juga tentang bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan dengan baik,” ujar Leo.
Bertumbuh Melalui Lingkungan, Organisasi, dan Pengalaman Profesional
Bagi Leo, pengalaman berkuliah di UPH menjadi salah satu fase yang membentuk cara pandangnya hingga saat ini. Lingkungan kampus yang dipenuhi mahasiswa dari berbagai daerah membuatnya belajar memahami beragam karakter dan perspektif. Di luar perkuliahan, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, mulai dari UKM Gastronomi, kegiatan donor darah, hingga Leadership Development Program (LDP). Berbagai pengalaman tersebut membantunya memperluas relasi sekaligus mengembangkan kemampuan interpersonal yang masih ia rasakan manfaatnya hingga sekarang.
“Lingkungan di UPH sangat suportif. Saya bertemu banyak orang dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi semuanya punya semangat untuk berkembang bersama. Dari organisasi dan kegiatan kampus juga saya belajar banyak tentang teamwork dan membangun relasi dengan orang lain,” ungkap Leo.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya selama masa kuliah adalah ketika menjalani program magang di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang membentuk kedisiplinan dan profesionalisme sebelum memasuki dunia kerja.
“Pengalaman magang itu jadi proses pendewasaan buat saya. Di sana saya belajar menghargai waktu, bekerja lebih disiplin, dan memahami bagaimana profesionalisme diterapkan di dunia kerja yang sebenarnya,” jelas Leo.
Membawa Value Hospitality ke Dunia Digital dan Industri Kreatif
Melalui akun Instagram, @leyosatria_yang kini memiliki lebih dari 165 ribu pengikut, Leo aktif membagikan berbagai konten kuliner dan memasak. Lewat kontennya, ia ingin menunjukkan bahwa memasak bukan sekadar aktivitas dapur, tetapi juga bagian dari kreativitas dan cara mengenal budaya kuliner Indonesia.
Ia juga melihat semakin banyak generasi muda yang mulai jauh dari aktivitas memasak, sehingga berbagai resep makanan daerah perlahan mulai jarang dikenal. Karena itu, Leo ingin mengajak lebih banyak orang untuk kembali mencoba memasak makanan khas Indonesia melalui konten yang ia buat.
“Sekarang banyak orang hanya menikmati makanan tanpa tahu cara membuatnya. Padahal, lewat memasak kita bisa belajar banyak hal, termasuk mengenal resep dan budaya kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Saya ingin lewat konten yang saya buat, orang-orang jadi lebih tertarik untuk mencoba memasak sendiri makanan daerah di rumah, supaya resep-resep itu tetap dikenal dan tidak perlahan hilang,” kata Leo.
Melalui platform digital yang dimilikinya, Leo berharap dapat terus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus membagikan cerita di balik setiap makanan. Menurutnya, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang budaya, pengalaman, dan koneksi antarmanusia.
Bagi Leo, nilai-nilai hospitality yang dipelajarinya selama kuliah turut memperkaya perjalanan kariernya di industri kreatif digital, terutama dalam memahami orang lain, membangun relasi, dan menciptakan pengalaman yang bermakna. Sebagai alumni, ia juga mendorong mahasiswa untuk tetap terbuka terhadap berbagai peluang dan berani mewujudkan ide menjadi sesuatu yang nyata.
“Terus terbuka dengan berbagai kesempatan dan jangan takut mencoba hal baru. Jangan cuma punya ide, tapi juga belajar menjalankannya dari start sampai finish. Karena di dunia yang terus berubah, kemampuan untuk terus belajar dan berkembang itu sangat penting,” pesannya.
Perjalanan Leo menunjukkan bahwa pengalaman selama masa kuliah dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk kreativitas, cara berpikir, dan kemampuan beradaptasi di dunia profesional yang terus berkembang. Melalui pengalaman akademik dan berbagai kegiatan pengembangan diri, Leo tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga nilai dan perspektif yang membantunya terus bertumbuh. Hal ini mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu