NEWS & PUBLICATION

Prestasi Mahasiswi UPH Bawa Kampus Medan Jadi Tuan Rumah AWS Student Community Day Pertama di Indonesia

16/07/2026 Pencapaian

Prestasi Mahasiswi UPH Bawa Kampus Medan Jadi Tuan Rumah AWS Student Community Day Pertama di Indonesia

Di tengah pesatnya transformasi digital, dunia industri tidak hanya membutuhkan talenta yang menguasai teknologi, tetapi juga mampu memimpin, berkolaborasi, dan membangun komunitas yang membawa dampak. Hal inilah yang dibuktikan oleh Desinta Yamasan Rusli, Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Artificial Intelligence and Data Science (FAIDAS) UPH Kampus Medan angkatan 2023, yang berhasil terpilih sebagai Student Builder Group Leader, sebuah komunitas mahasiswa global binaanAmazon Web Services (AWS). Berkat pencapaian tersebut, UPH Kampus Medan dipercaya menjadi tuan rumah AWS Student Community Day 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia pada 11 Juli 2026 di UPH Kampus Medan, Lippo Plaza Medan.

Student Builder Group berfokus pada pengembangan kompetensi Cloud Computing danArtificial Intelligence (AI) melalui pelatihan, proyek, kolaborasi industri, serta kesempatan meraih sertifikasi profesional. Kesempatan ini pertama kali diketahui Desinta setelah dosennya, Ade Maulana, S.Kom., M.T.I., membagikan informasi mengenai program tersebut kepada mahasiswa Sistem Informasi UPH Medan pada November 2025.

“Saya melihat program ini memberikan peluang yang sangat baik untuk mengembangkan diri, sehingga memutuskan mengikuti proses seleksinya. Melalui program ini, saya dapat mengasah soft skills dan hard skills secara bersamaan, terutama dalam kepemimpinan, kerja sama tim, dan Cloud Computing. Program ini juga membuka kesempatan memperoleh sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner, yang saya yakini akan menjadi bekal penting bagi karier saya di masa depan,” ujar Desinta.

Perjalanan menuju AWS Student Builder Group Leadertidaklah mudah. Desinta harus melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari menyusun esai tentang visinya membangun komunitas cloud dan AI di kampus hingga membuat video pitching berbahasa Inggris mengenai kontribusi yang ingin ia berikan. Di tengah proses tersebut, ia juga harus membagi fokus antara perkuliahan dan persiapan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025.

“Proses seleksinya cukup menantang, tetapi justru mengajarkan saya untuk mengelola waktu dan tetap fokus pada tujuan. Namun, saya percaya ketika memiliki visi yang jelas dan mendapat dukungan dari kampus, setiap tantangan bisa dijalani dengan baik. Puji Tuhan akhirnya saya dipercaya menjadi salah satu Student Builder Group Leader yang mewakili Indonesia,” ungkapnya.

By Students, For Students: Membangun Ekosistem Belajar Teknologi

Sebagai Student Builder Group Leader, Desinta membentuk tim yang terdiri dari sesama mahasiswa Sistem Informasi UPH Kampus Medan, yaitu Janice Tjuarsa, Chintya Angel King, Natasha Angelie, Leo Fernandy, dan Thomas Herpin. Bersama mereka, Desinta aktif membangun komunitas belajar melalui berbagai kegiatan, mulai dari seminar pengenalan ‘AWS re:Invent Recap’ yang membahas perkembangan teknologi terbaru, hingga ‘Kiro Night’ yang mengupas pengembangan perangkat lunak berbasis AI.

Konsistensi mereka dalam membangun komunitas serta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi rekan-rekannya sesama mahasiswa menjadi salah satu pertimbangan AWS dalam mempercayakan penyelenggaraan AWS Student Community Day 2026 kepada UPH Kampus Medan.

Mengusung tema ‘By Students, For Students’, kegiatan ini menghadirkan lebih dari 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, akademisi, praktisi industri, komunitas teknologi, hingga masyarakat umum. Para peserta mengikuti berbagai Expert Talks dan Hands-on Workshop seputar Cloud Computing, AI, Software Engineering, Data Analytics, dan Frontend Development.

“Kami ingin membangun komunitas di mana mahasiswa bisa belajar, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama. Harapannya, setiap kegiatan yang kami adakan dapat membantu teman-teman mengembangkan kemampuan sekaligus membangun portofolio yang bermanfaat untuk karier mereka di masa depan,” kata Desinta.

Mempersiapkan Talenta Digital Berdaya Saing Global

Bagi Desinta, lingkungan belajar di UPH mendorong mahasiswa untuk berani berinovasi dan mengembangkan potensi melalui berbagai pengalaman akademik maupun kompetisi. Salah satunya melalui mata kuliah Internet of Things (IoT) dan Mobile Development, ketika ia bersama rekan-rekannya, di bawah bimbingan Ade Maulana, S.Kom., M.T.I., mengembangkan proyek TalkieBuddy yang berhasil lolos ke PIMNAS 2025. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mengasah kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah yang kemudian membekalinya memimpin komunitas mahasiswa binaan AWS sekaligus berkontribusi dalam penyelenggaraan Student Community Day 2026.

“Sejak awal kami dibentuk untuk tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga kompeten dalam praktik. Dukungan para dosen membuat saya berani mengambil berbagai kesempatan sehingga kemampuan teamwork dan kepemimpinan saya berkembang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Desinta berharap semakin banyak pihak melihat potensi talenta digital dari Kota Medan.

“Tugas saya adalah membangun ekosistem di mana setiap anggota komunitas memiliki kesempatan untuk bereksplorasi dan berkembang menjadi talenta digital yang siap menghadapi dunia kerja. Saya juga ingin mematahkan stigma bahwa talenta IT hebat hanya ada di kota besar seperti Jakarta. Mahasiswa di Medan juga memiliki kemampuan, kreativitas, dan kompetensi yang sama. Harapannya, kegiatan ini menjadi pintu masuk agar industri semakin melirik potensi besar yang ada di Medan,” ujarnya.

Bagi Desinta, pengalaman memimpin komunitas tersebut juga mengajarkannya bahwa kepemimpinan bukan sekadar mengelola tim, tetapi membantu setiap anggota bertumbuh bersama.

“Pemimpin yang baik bukan hanya mencari orang yang paling hebat, tetapi mampu melihat potensi setiap anggota tim dan memberi mereka ruang untuk berkembang. Melihat teman-teman bertumbuh dan memberikan dampak bagi mahasiswa lain menjadi kebahagiaan terbesar bagi saya,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Triandes Sinaga, S.Si., M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi UPH Kampus Medan, menegaskan bahwa penyelenggaraan AWS Student Community Day 2026 mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan dunia industri.

“Kami percaya pengalaman belajar terbaik terjadi ketika mahasiswa diberi kesempatan untuk terlibat langsung di dunia industri, memimpin komunitas, membangun jejaring internasional, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kami mampu mengambil peran aktif dalam ekosistem teknologi global,” ujar Triandes.

Kisah Desinta menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir hanya dari penguasaan teknologi, tetapi juga dari karakter, kepemimpinan, dan keberanian mengambil peluang untuk memberi dampak. Melalui pendidikan holistis, kolaborasi dengan industri global, serta berbagai pengalaman pengembangan diri di dalam dan luar kelas, UPH terus mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi Masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai AWS Student Community Day 2026 dapat diakses melalui www.awsscdmedan.com.

————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu