NEWS & PUBLICATION

Ragahdo Yosodiningrat, Alumni FH UPH: Kedisiplinan dari Bangku Kuliah Jadi Fondasi Karier di Dunia Hukum

05/05/2026 Alumni

Ragahdo Yosodiningrat, Alumni FH UPH: Kedisiplinan dari Bangku Kuliah Jadi Fondasi Karier di Dunia Hukum

Karier di dunia hukum kerap dipandang sebagai jalur yang penuh dinamika dan kompleksitas. Bagi Dr. S. Ragahdo Yosodiningrat, S.H., LL.M., atau yang akrab disapa Aga, pilihan tersebut justru telah tumbuh sejak dini, seiring dengan ketertarikannya terhadap dunia hukum. Alumni Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) angkatan 2013 ini kini menjabat sebagai Associate Partner di firma hukum Henry Yosodiningrat & Partners.

Tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia hukum, Aga telah mengenal dinamika profesi ini sejak awal, yang kemudian mendorongnya memilih UPH sebagai tempat membangun fondasi akademiknya. Selama menempuh studi di FH UPH dengan fokus pada hukum bisnis, ia tidak hanya mengembangkan pemahaman akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum (HMFH) dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kampus.

“Saya sempat ikut organisasi HMFH dan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk membuat beberapa acara. Menurut saya, pengalaman kuliah di UPH sangat menarik dan berkesan. Pengalaman ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi saya dalam mengasah kemampuan komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Lingkungan kampus yang beragam juga menjadi pengalaman yang membekas baginya. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia memperluas perspektif sekaligus membangun jejaring yang hingga kini tetap terjaga. Relasi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu bekal penting saat ia mulai terjun ke dunia kerja.

Peran dan Tantangan di Dunia Profesional

Mengemban peran sebagai Associate Partner, Aga berhubungan langsung dengan klien serta mengelola tim dalam penanganan berbagai perkara dengan dinamika yang kompleks. Peran ini menuntut ketajaman analisis hukum, sekaligus kemampuan komunikasi dan koordinasi yang kuat.

“Dalam pekerjaan, peran dan tanggung jawab saya adalah berhubungan langsung dengan seluruh klien. Salah satu kasus yang paling berkesan adalah persidangan kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan Brigadir J. Dalam kasus tersebut, saya dan tim terjun langsung ke lapangan, sekaligus bertanggung jawab dalam proses koordinasi serta pengelolaan tim Associate di firma hukum,” jelasnya.

Bekerja di ranah hukum memperhadapkan Aga pada berbagai tantangan yang kompleks. Ia melihat bahwa dinamika hukum di Indonesia masih diwarnai oleh beragam persoalan, termasuk praktik yang dapat mencederai keadilan. Pengalaman tersebut semakin menguatkan pandangannya bahwa sistem hukum di Indonesia perlu terus dibenahi, mengingat keadilan merupakan hak setiap warga negara.

Peran Nilai Disiplin dalam Menghadapi Dinamika Hukum

Bagi Aga, bekal yang diperoleh selama masa kuliah di UPH memiliki peran penting dalam membentuk cara kerjanya saat ini. Salah satu nilai yang paling terasa adalah kedisiplinan, yang terbentuk dari lingkungan akademik yang terstruktur dan memiliki standar tinggi.

“Dari dulu sampai sekarang, saya melihat nilai yang paling terasa adalah kedisiplinan. Di UPH kita dituntut untuk mengikuti aturan dan ritme yang cukup ketat, dan itu sangat terbentuk sampai di dunia kerja,” ungkapnya.

Nilai tersebut menjadi fondasi dalam menghadapi profesi hukum yang menuntut ketelitian dan konsistensi tinggi. Di sisi lain, setiap perkara yang ditangani menghadirkan dinamika yang berbeda, sehingga menuntutnya untuk terus belajar dan beradaptasi.

“Setiap hari kita dihadapkan pada permasalahan baru. Dari situ kita belajar bagaimana memahami situasi secara menyeluruh, menganalisis setiap kemungkinan, dan menemukan solusi yang paling tepat,” lanjutnya.

Bagi Aga, justru dinamika inilah yang membuat profesi advokat tetap menantang sekaligus menarik untuk dijalani, karena setiap pengalaman menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Perjalanan Aga menunjukkan bahwa membangun karier di bidang hukum tidak terjadi secara instan, melainkan melalui ketekunan, konsistensi, dan kesiapan untuk terus belajar menghadapi berbagai dinamika. Sejak masa perkuliahan hingga terjun ke dunia profesional, setiap pengalaman menjadi bagian penting yang membentuk cara berpikir, ketajaman analisis, serta integritasnya sebagai seorang advokat.

Kisah ini mencerminkan peran UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis melalui beragam pengalaman pengembangan diri, yang mempersiapkan mahasiswa untuk bertumbuh menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.