NEWS & PUBLICATION

Desain Komunikasi Visual: Panduan Lengkap Jurusan

26/01/2026 Article, Seni, Budaya, Musik & Desain

Desain Komunikasi Visual: Panduan Lengkap Jurusan

Apa Itu Desain Komunikasi Visual?

Desain Komunikasi Visual (sering disingkat DKV) adalah bidang studi yang mempelajari cara menyampaikan pesan secara efektif melalui elemen visual—seperti tipografi, warna, ilustrasi, fotografi, layout, dan motion—agar audiens memahami, tertarik, dan terdorong melakukan tindakan tertentu. Di jurusan desain komunikasi visual, kamu tidak hanya “membuat desain yang bagus”, tetapi juga belajar menyusun strategi komunikasi: siapa target audiensnya, apa tujuan pesannya, media apa yang paling tepat, dan bagaimana mengukur keberhasilan komunikasi tersebut.

Secara umum, jurusan desain komunikasi visual menggabungkan kreativitas, riset, dan problem solving. Mahasiswa DKV dilatih berpikir konseptual (ide dan narasi), berpikir sistematis (proses desain dari brief sampai produksi), serta peka terhadap konteks budaya dan perilaku audiens. Karena itu, DKV relevan untuk banyak industri—mulai dari brand dan periklanan, media dan hiburan, teknologi, hingga pendidikan—karena hampir semua organisasi membutuhkan komunikasi visual yang konsisten dan meyakinkan.

Apa yang dipelajari di jurusan Desain Komunikasi Visual?

Kurikulum DKV umumnya membangun fondasi desain sekaligus kemampuan eksekusi di berbagai media. Beberapa area yang biasanya dipelajari di jurusan desain komunikasi visual meliputi:

  • Dasar-dasar desain: prinsip komposisi, grid, hierarki visual, teori warna, tipografi.
  • Konsep & strategi komunikasi: riset audiens, perumusan pesan, storytelling visual.
  • Branding: identitas visual, sistem brand, guideline, penerapan lintas media.
  • Desain grafis untuk media digital: UI/UX dasar, desain konten digital, social media design.
  • Ilustrasi & fotografi: visual asset untuk kampanye, editorial, dan brand.
  • Motion & video: animasi dasar, motion graphic untuk komunikasi modern.
  • Produksi & presentasi: workflow, file preparation, mockup, pitching konsep.

Skill yang akan kamu dapatkan dari jurusan DKV

Agar siap bersaing, mahasiswa DKV biasanya mengembangkan kombinasi skill kreatif dan profesional, seperti:

  • Creative thinking: mengubah brief menjadi konsep yang kuat.
  • Visual literacy: mampu “membaca” dan membangun makna lewat visual.
  • Design execution: menghasilkan desain yang rapi, konsisten, dan siap produksi.
  • Communication & collaboration: bekerja dengan copywriter, marketer, developer, dan klien.
  • Portfolio building: menyusun karya yang relevan dengan bidang yang dituju.

Prospek kerja lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual

Prospek kerja lulusan jurusan desain komunikasi visual sangat luas karena desain kini menjadi bagian inti dari pemasaran, produk digital, dan komunikasi brand. Beberapa jalur karier yang umum:

  • Graphic Designer (brand, marketing, editorial)
  • Brand/Visual Identity Designer
  • UI/UX Designer (produk digital, aplikasi, website)
  • Illustrator (komersial, editorial, character)
  • Motion Graphic Designer
  • Art Director (agency/brand)
  • Content Designer (social media, campaign)
  • Creative Strategist (menghubungkan riset–ide–eksekusi)

Kunci untuk mempercepat karier di bidang ini biasanya ada pada: kualitas portofolio, kemampuan berpikir strategis, dan pengalaman proyek (magang, freelance, kompetisi, atau proyek kampus).

Siapa yang cocok masuk jurusan Desain Komunikasi Visual?

Kamu cenderung cocok memilih jurusan desain komunikasi visual jika:

  • Suka mengolah ide menjadi visual yang bermakna.
  • Tertarik pada branding, iklan, media digital, atau produk kreatif.
  • Senang mengamati perilaku audiens dan tren visual.
  • Mau belajar proses, bukan hanya hasil (brief–riset–konsep–eksekusi–revisi).
  • Siap membangun portofolio secara konsisten dari semester awal.

Jurusan Desain Komunikasi Visual UPH: belajar desain yang relevan dengan industri

Jika kamu mencari jurusan desain komunikasi visual yang menekankan kualitas akademik sekaligus relevansi industri, Desain Komunikasi Visual UPH dapat menjadi pilihan yang kuat. UPH berada di Tangerang, Indonesia, dan dikenal sebagai universitas yang menekankan pendidikan holistik dengan standar yang kompetitif serta ekosistem kampus yang mendukung pengembangan talenta.

Di jurusan Desain Komunikasi Visual UPH, pembelajaran diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu membangun konsep dan strategi komunikasi visual yang tepat sasaran. Artinya, kamu akan dilatih untuk memahami masalah komunikasi, merumuskan ide, memvisualisasikannya secara profesional, lalu mempresentasikan solusi desain dengan argumentasi yang jelas—sebuah kemampuan yang sangat dicari di agency, brand, maupun industri digital.

Keunggulan belajar DKV di UPH

Beberapa nilai tambah yang biasanya dicari calon mahasiswa ketika mempertimbangkan DKV UPH:

  • Pendekatan holistik: pengembangan karakter, cara berpikir, dan kemampuan profesional berjalan beriringan.
  • Lingkungan kampus multikultural: membuka perspektif visual dan komunikasi lintas budaya.
  • Arah pembelajaran yang relevan: fokus pada kemampuan yang dibutuhkan industri kreatif modern (branding, konten digital, dan komunikasi visual lintas platform).
  • Dukungan pengembangan portofolio: karya mahasiswa diarahkan untuk siap dipresentasikan dan dipakai sebagai modal karier.

Konsentrasi di DKV UPH

DKV UPH memiliki beberapa jalur peminatan/konsentrasi yang membantu mahasiswa memperdalam kompetensi sesuai minat dan arah karier.

Konsentrasi/peminatan yang tercantum adalah:

  • VCD Graphic Design: berfokus pada logo design, typography, dan brand strategy untuk menghasilkan solusi visual yang kuat dan relevan bagi audiens.
  • VCD Digital Arts: pilihan jalur Animation Design atau Illustration untuk mempersiapkan karier di ranah digital art (misalnya digital artist, animator, illustrator, 3D modeler).
  • VCD Film: berfokus pada proses produksi film yang hands-on—dari ide sampai final edit—mencakup directing, cinematography, editing, dan photography.
  • VCD Product Experience Design: berfokus pada perancangan interaksi manusia–produk (fisik maupun digital), termasuk user research, prototyping, dan experience mapping; relevan untuk UX/UI design dan service design.
  • VCD Intelligent Media Design: berfokus pada pengalaman digital generasi berikutnya (misalnya creative coding, immersive environments, AR/VR, dan AI-driven visuals) yang menggabungkan seni, teknologi, dan interaksi.

Portofolio: fokus utama untuk sukses di jurusan Desain Komunikasi Visual

Apa pun kampusnya, termasuk saat kamu menempuh jurusan desain komunikasi visual UPH, portofolio adalah “mata uang” utama. Portofolio yang kuat biasanya menampilkan:

  • Proses berpikir (brief → riset → konsep → eksplorasi → final)
  • Konsistensi visual dan ketelitian detail
  • Variasi proyek (branding, kampanye, digital content, motion)
  • Kemampuan menjelaskan alasan desain (design rationale)

 

Lulusan jurusan DKV UPH yang masuk ke industri seni dapat menjadi seorang seniman dan yang sukses, berprestasi, memberikan makna dan pesan dari setiap desain yang dibuat. Beberapa alumni DKV UPH antara lain Nathania Tifara, co-founder dari Guru Bumi; Evan Wijaya, desainer grafis di Thinking Room; Christian Kustedi, CEO dan co-founder Dusdusan.com; Giovanni Junius Rustanto, yang sekarang menjadi pembuat film; Andi Martin Suryana, CEO dari Kratoon Channel; dan Joshua Sudihman, founder of Kanekin Creative, perusahaan produksi media.

Kerja sama dengan Perusahaan, Organisasi, serta Asosiasi Nasional dan Internasional Ternama

DKV UPH telah menjalin beberapa kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional dan internasional yang ternama seperti: Fuji Film, iBox, dan Gambaran Brand; organisasi publik global seperti Vital Strategies, organisasi kesehatan masyarakat global; serta asosiasi desainer di Indonesia seperti Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (ASPRODI DKV) dan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI). Kemitraan ini membuka peluang yang besar bagi mahasiswa DKV UPH untuk terjun ke dunia kerja, menampilkan karya mereka secara nasional dan internasional, mengembangkan kemampuan mereka secara langsung di lapangan kerja, serta memperluas jaringan dengan para desainer lainnya.

FAQ seputar jurusan Desain Komunikasi Visual

1) Apakah jurusan desain komunikasi visual harus bisa menggambar?

Tidak harus jago dari awal, tetapi kemampuan visual (sketsa, ilustrasi, atau visualisasi ide) akan sangat membantu. Yang paling penting adalah kemauan belajar dan konsistensi latihan.

2) Apa bedanya DKV dengan seni rupa?

Seni rupa lebih menekankan ekspresi artistik, sedangkan desain komunikasi visual berfokus pada komunikasi pesan untuk tujuan tertentu (misalnya brand, kampanye, informasi publik) dengan target audiens yang jelas.

3) Apakah DKV hanya tentang desain grafis?

Tidak. DKV mencakup branding, komunikasi visual lintas media, konten digital, motion, hingga dasar UI/UX—tergantung fokus kurikulum dan minat mahasiswa.

Kesimpulan

Jurusan desain komunikasi visual adalah pilihan tepat untuk kamu yang ingin menggabungkan kreativitas dan strategi komunikasi dalam bentuk visual yang berdampak. Jika kamu ingin belajar di lingkungan kampus yang mendukung pengembangan talenta dan portofolio, jurusan desain komunikasi visual UPH bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.

Yuk, Daftar Jadi Mahasiswa Program Studi DKV UPH!

UPH berkomitmen untuk menghasilkan lulusan Jurusan DKV yang kompeten, unggul, dan mampu berkontribusi secara nyata di lingkungan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Bersama UPH, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin hebat di masa depan.

Yuk bergabung dengan Prodi Teknik Industri UPH! Ada banyak potongan harga yang tersedia khusus untuk pendaftaran kuliah juga yang bisa kamu manfaatkan. Menarik, kanDaftarkan dirimu segera (klik di sini).

Hubungi Student Consultant di nomor 0811-1057-7765 untuk informasi selengkapnya!


baca juga:

Arsitektur: Keunggulan Jurusan dan Prospek Karier

Desain Interior: Info Kuliah, Prospek Kerja, hingga Profil Alumninya

Desain Produk: Keunggulan Jurusan & Prospek Karier