26/01/2026 Article, Seni, Budaya, Musik & Desain
Desain Komunikasi Visual (sering disingkat DKV) adalah bidang studi yang mempelajari cara menyampaikan pesan secara efektif melalui elemen visual—seperti tipografi, warna, ilustrasi, fotografi, layout, dan motion—agar audiens memahami, tertarik, dan terdorong melakukan tindakan tertentu. Di jurusan desain komunikasi visual, kamu tidak hanya “membuat desain yang bagus”, tetapi juga belajar menyusun strategi komunikasi: siapa target audiensnya, apa tujuan pesannya, media apa yang paling tepat, dan bagaimana mengukur keberhasilan komunikasi tersebut.
Secara umum, jurusan desain komunikasi visual menggabungkan kreativitas, riset, dan problem solving. Mahasiswa DKV dilatih berpikir konseptual (ide dan narasi), berpikir sistematis (proses desain dari brief sampai produksi), serta peka terhadap konteks budaya dan perilaku audiens. Karena itu, DKV relevan untuk banyak industri—mulai dari brand dan periklanan, media dan hiburan, teknologi, hingga pendidikan—karena hampir semua organisasi membutuhkan komunikasi visual yang konsisten dan meyakinkan.
Kurikulum DKV umumnya membangun fondasi desain sekaligus kemampuan eksekusi di berbagai media. Beberapa area yang biasanya dipelajari di jurusan desain komunikasi visual meliputi:
Agar siap bersaing, mahasiswa DKV biasanya mengembangkan kombinasi skill kreatif dan profesional, seperti:
Prospek kerja lulusan jurusan desain komunikasi visual sangat luas karena desain kini menjadi bagian inti dari pemasaran, produk digital, dan komunikasi brand. Beberapa jalur karier yang umum:
Kunci untuk mempercepat karier di bidang ini biasanya ada pada: kualitas portofolio, kemampuan berpikir strategis, dan pengalaman proyek (magang, freelance, kompetisi, atau proyek kampus).
Kamu cenderung cocok memilih jurusan desain komunikasi visual jika:
Jika kamu mencari jurusan desain komunikasi visual yang menekankan kualitas akademik sekaligus relevansi industri, Desain Komunikasi Visual UPH dapat menjadi pilihan yang kuat. UPH berada di Tangerang, Indonesia, dan dikenal sebagai universitas yang menekankan pendidikan holistik dengan standar yang kompetitif serta ekosistem kampus yang mendukung pengembangan talenta.
Di jurusan Desain Komunikasi Visual UPH, pembelajaran diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu membangun konsep dan strategi komunikasi visual yang tepat sasaran. Artinya, kamu akan dilatih untuk memahami masalah komunikasi, merumuskan ide, memvisualisasikannya secara profesional, lalu mempresentasikan solusi desain dengan argumentasi yang jelas—sebuah kemampuan yang sangat dicari di agency, brand, maupun industri digital.
Beberapa nilai tambah yang biasanya dicari calon mahasiswa ketika mempertimbangkan DKV UPH:
DKV UPH memiliki beberapa jalur peminatan/konsentrasi yang membantu mahasiswa memperdalam kompetensi sesuai minat dan arah karier.
Konsentrasi/peminatan yang tercantum adalah:
Apa pun kampusnya, termasuk saat kamu menempuh jurusan desain komunikasi visual UPH, portofolio adalah “mata uang” utama. Portofolio yang kuat biasanya menampilkan:
Lulusan jurusan DKV UPH yang masuk ke industri seni dapat menjadi seorang seniman dan yang sukses, berprestasi, memberikan makna dan pesan dari setiap desain yang dibuat. Beberapa alumni DKV UPH antara lain Nathania Tifara, co-founder dari Guru Bumi; Evan Wijaya, desainer grafis di Thinking Room; Christian Kustedi, CEO dan co-founder Dusdusan.com; Giovanni Junius Rustanto, yang sekarang menjadi pembuat film; Andi Martin Suryana, CEO dari Kratoon Channel; dan Joshua Sudihman, founder of Kanekin Creative, perusahaan produksi media.
Kerja sama dengan Perusahaan, Organisasi, serta Asosiasi Nasional dan Internasional Ternama
DKV UPH telah menjalin beberapa kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional dan internasional yang ternama seperti: Fuji Film, iBox, dan Gambaran Brand; organisasi publik global seperti Vital Strategies, organisasi kesehatan masyarakat global; serta asosiasi desainer di Indonesia seperti Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual (ASPRODI DKV) dan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI). Kemitraan ini membuka peluang yang besar bagi mahasiswa DKV UPH untuk terjun ke dunia kerja, menampilkan karya mereka secara nasional dan internasional, mengembangkan kemampuan mereka secara langsung di lapangan kerja, serta memperluas jaringan dengan para desainer lainnya.
Tidak harus jago dari awal, tetapi kemampuan visual (sketsa, ilustrasi, atau visualisasi ide) akan sangat membantu. Yang paling penting adalah kemauan belajar dan konsistensi latihan.
Seni rupa lebih menekankan ekspresi artistik, sedangkan desain komunikasi visual berfokus pada komunikasi pesan untuk tujuan tertentu (misalnya brand, kampanye, informasi publik) dengan target audiens yang jelas.
Tidak. DKV mencakup branding, komunikasi visual lintas media, konten digital, motion, hingga dasar UI/UX—tergantung fokus kurikulum dan minat mahasiswa.
Jurusan desain komunikasi visual adalah pilihan tepat untuk kamu yang ingin menggabungkan kreativitas dan strategi komunikasi dalam bentuk visual yang berdampak. Jika kamu ingin belajar di lingkungan kampus yang mendukung pengembangan talenta dan portofolio, jurusan desain komunikasi visual UPH bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.
Yuk, Daftar Jadi Mahasiswa Program Studi DKV UPH!
UPH berkomitmen untuk menghasilkan lulusan Jurusan DKV yang kompeten, unggul, dan mampu berkontribusi secara nyata di lingkungan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Bersama UPH, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin hebat di masa depan.
Yuk bergabung dengan Prodi Teknik Industri UPH! Ada banyak potongan harga yang tersedia khusus untuk pendaftaran kuliah juga yang bisa kamu manfaatkan. Menarik, kan? Daftarkan dirimu segera (klik di sini).
Hubungi Student Consultant di nomor 0811-1057-7765 untuk informasi selengkapnya!
baca juga:
Arsitektur: Keunggulan Jurusan dan Prospek Karier
Desain Interior: Info Kuliah, Prospek Kerja, hingga Profil Alumninya